Kalau Rejeki Memang Tidak Akan Kemana

Posted On Februari 4, 2008

Disimpan dalam Yang ringan

Comments Dropped leave a response

Minggu lalu, setelah aku menghitung-hitung uang yang tersisa dan dengan perkiraan tanggal 28 Januari aku akan gajian lagi, maka bulan Januari ini aku punya kelebihan uang.. Ciihhhuuuyyy…bisa ke salon niy!!

Maka sepulangnya anakku Si Cantik dari sekolah (hari Sabtu dia tetap masuk karena ada eskul melukis) aku ajak kedua anakku untuk menemamiku ke salon. Wah senangnya bisa sedikit bersenang-senang menikmati jerih payah sendiri (semenjak aku memutuskan menjadi single parent, aku memang harus berhemat karena aku punya cicilan rumah yang harus aku bayar setiap bulan, asuransi pendidikan anak2 dan juga kebutuhan lain untuk anak2 yg harus aku prioritaskan).

Sambil menikmati pijitan di kepala aku meneruskan membaca buku tentang nilai2 hidup seorang tokoh yang amat sangat low profile-yang diterbitkan hanya untuk kalangan terbatas, Alhamdulillah aku bisa memiliki dan membaca bahkan mendapatkan tanda tangan langsung dari beliau. Salah satu nilai yang amat sangat dalam maknanya yang aku baca yaitu “Knowledge is power but character is more”..hmm..membuatku berfikir ada di bagian mana aku? Knowledge biasa2 saja bahkan kurang, character…?? Ya (untuk menghibur diri sendiri) minimal aku berguna bagi anak2ku, itu baru namanya berkarakter. Karena orang yang memiliki karakter positif pasti orang yang bermanfaat/mambawa manfaat bagi orang lain dengan prinsip hidupnya yang positif…(itu menurut pendapatku saja siy

Kembali ke salon… kedua anakku asyik sibuk bercanda berdua dan aku tenggelam dalam bacaan dan keasyikan menikmati pijitan tukang creambath..dan setelah itu sedikit demi sedikit rambutku jatuh ke lantai akibat guntingan tukang cukur..jadilah rambutku lebih pendek 5-10 cm dari semula yang panjang dibawah bahu. Tiba giliran tukang blow datang dan bertanya,”Mau diblow biasa saja?” Aku jawab sekenanya,”Klo yang luar biasa seperti apa?”

Waah senangnya…kepala rasanya enteng..baru dicreambath..dengan rambut model baru pula..Aku pulang dengan senang dan hati riang. Diperjalanan pulang anakku Si Ganteng minta dibelikan sate usus ayam, akhirnya tujuan berubah, kita menuju tukang sate dulu baru pulang. Dan tiba-tiba tanpa tanda2 penampakan dan warning 1 s/d 3 terlebih dahulu, Snowy berhenti tepat di tengah jalan (padahal aku selalu mengingatkan Snowy untuk jangan berhenti di tengah jalan, tidak sopan, berbahaya dan mengganggu orang lain). Waduh…ada apa dengan cinta (Snowy)? Aku coba stater berkali2 dan akhirnya mau juga dia nyala..namun baru berjalan 10 meteran kembali dia mati..aku mulai panik..Snowy tidak pernah begini sebelumnya..(terakhir dia sakit parah dan mogok di tol itu 3th yll.

Aku panik beneran dan orang-orang mulai membantu mendorong Snowy untuk menepi. Pada akhirnya Snowy benar-benar tidak bereaksi dan para tukang dorong sudah pergi, kami berempat di tepi jalan menunggu montir langganan datang. Di kepala ku sudah manari-nari biaya yang akan keluar untuk perbaikan Snowy..alamak.. alih-alih mau menikmati sisa uang bulan ini malah tekor niy…plus tukang sate usus ayamnya tidak jualan pula hari itu!.

Setelah kurang lebih 10 menit menunggu di tepi jalan, seorang kakek tua penjual rambutan yang berjualan tidak jauh dari tempat kami menepi medekati kami dan menawarkan bantuan untuk mendorong Snowy ke tempat yang teduh. Aku menolak karena kawatir kakek tua itu patah tulang mengingat 3 anak muda yang mendorong barusan saja mengatakan bahwa Snowy berat sekali. Tapi dia bersikeras dan akhirnya kuturuti niat baiknya dan ajaib…! Snowy bukan saja bisa didorong ke tempat yang teduh bahkan mesinnya bisa hidup kembali. Aku ucapkan terima kasih kepada kakek tua itu sebelum akhirnya pergi pulang ke rumah, sambil berfikir apa tadi sebelum berangkat aku lupa baca doa ya, karena kakek tua itu bilang sebelum mendorong Snowy dia baca Bismillah dulu sehingga tidak berasa berat.

Dan benar saja..bukan cuma tekor..bahkan aku mesti berhutang kepada montir langgananku. Tenang..tenang..jangan panik tarik nafas, cari akal…untuk bisa bayar montir dan bisa tetap makan (karena semua uang yang ada sudah untuk bayar separuh biaya Snowy).

Hari Senin tanggal 28 aku mendapat informasi bahwa gaji baru akan ditransfer tgl 29 dan akan diterima tanggal 30, maak..lemas badanku terbayang hutangku sama montir dan janjiku untuk melunasinya hari ini. Kuambil HP ku…kutulis SMS dan send….ahhaa..terkirim sudah. Tidak sampai 2 menit HP ku berbunyi, dan diseberang sana temanku menyatakan akan menjemputku untuk makan siang jam 12 siang nanti (alhamdulillah..setidaknya solved sudah permasalahan makan siang hari ini

Akhirnya datanglah temanku yang baik hati dan tidak sombong itu menjadi malaikat penolongku, di dalam mobil dia menyodorkan dompetnya dan hanya minta disisakan untuk dia makan..hehe..tidak lupa aku mengucapkan terima kasih dan berjanji untuk membayar secepatnya setelah uang gajiku masuk. Alhamdulillah setidaknya hari ini aku bisa menepati janjiku pada montir dan bisa bertahan hidup sampai dengan tanggal 30 nanti.

Beberapa hari kemudian, dengan riang kuambil HP ku, kutulis SMS dan send…ahhaa terkirim. Tapi baru keesokan harinya aku dapat balasan dari temanku yang baik hati dan tidak sombong itu, isinya ”SUDAH PUNYA DUIT NENG? YAUDAH AMBIL AJA NGGAK USAH DIGANTI, ANGGAP AJA BUAT HADIAH IMLEK”… Waaaahh kamsia..kamsia..alhamdulillah..klo memang rejeki nggak akan kemana.

Allah memang selalu memberikan rejeki untuk umatnya dari mana saja yang Dia mau / arah mana saja yang tidak terduga (ya kurang lebih begitulah yang aku pernah baca), begitu juga denganku aku percaya banget dengan cara-Nya aku mendapatkan rejekiku melalui temanku itu.. Kamsia my friend… Moga-moga aku bisa berbuat baik juga kepada orang lain, karena aku yakin tangan diatas itu lebih indah ketimbang yang dibawah… :)

Mama Super Parno

Posted On Februari 1, 2008

Disimpan dalam Yang ringan

Comments Dropped one response

Cerita ibu yang parno di hari minggu (beberapa minggu yang lampau tepatnya)…

Berhubung anakku (si cantik, kelas 3 SD) mule hari Senin ini ujian… maka seminggu sebelum ujian dimulai anakku sudah masuk karantina pokoknya tidak ada maenan, tidak ada ada nonton tv/VCD/DVD…pokoknya blajar.
Dan hari Minggu sorenya jadwal belajar semakin padat dan ketat… jadwalnya ujian untuk hari Senin itu Agama and Bhs Indonesia.
Malemnya aku kasih soal2 untuk anakku jawab…OK… aku optimis banget anakku pasti besok bakal sukses nyaingin kesuksesan ibunya… akhirnya tibalah jam 9 malam waktu untuk tidur, aku suruh dia tidur… begitu juga aku…tidur dengan senyum napsuin karena anakku bisa ngejawab semua pertanyaan2 yang aku kasih…

Pagi jam 3.30 alarm HP berbunyi bangunin aku untuk shalat tahajud… selesai wudhu sambil pake mukenah aku lihat kembali jadwal ujian anakku yang tergelatak dengan indah di meja rias dan ternyata eh ternyata…hari Senin jadwalnya ujian KOMPUTER bo!! sementara anakku sudah belajar dengan keras AGAMA dan BHS INDONESIA!!! (atas perintah ibunya…)

Addduuuhhh ibu macam apa aku ini bisa salah liat jadwal gini…. agama ama bhs ind. itu ujian hari Selasa!!! ya ampyyyuuuuunnn…. aduh…aku pandangin anakku yang sedang terlelap tidur setelah seharian kemarin aku godok di kawah candra dimuka… yaa aku pasrah deh… :’(