Mama Snowy & Kepekaan
Karena hari Jumat kemarin hujan seharian dan sore hari aku mendapat informasi dari seorang teman yang bilang bahwa jalan tol menuju ke rumahku macet total, juga para penyiar radio yang sangat gencar sekali memberitakan kemacetan dimana-mana akibat banjir maka aku memutuskan untuk menunggu saja di kantor sampai kemacetan reda.
Akhirnya hampir jam 9 malam aku baru meninggalkan kantor bersama seorang temanku yang sedang hamil besar, yang sebentar lagi akan cuti untuk melahirkan, yang sedari tadi selama menungguku dia 2 kali ngebel aku menanyakan apakah aku sudah selesai atau belum karena pinggangnya sudah mulai sakit.
Alhamdulillah perjalanan pulang lancar, kami tidak menemukan kemacetan seperti yang dilaporkan temanku tadi sore dan para penyiar radio. Sepanjang jalan temanku yang sedang hamil ini banyak bercerita..dalam hati aku bersyukur..alhamdulillah berarti dia baik2 saja (indikator dia baik atau tidak ya dari frekwensi bicaranya..hiks) karena sebenarnya aku sedikit kawatir karena tadi dia bilang pinggangnya sakit, jangan2 dia mo melahirkan…?
Setibanya di pintu keluar tol temanku menelpon suaminya untuk dijemput di suatu tempat. Jam sudah menunjukan 9.30 an malam dan temanku minta diturunkan di pinggir jalan sebelum aku belok meneruskan perjalanku. Sebelum temanku turun aku menanyakan mana suaminya? Dia bilang sebentar lagi tiba dan aku hanya memastikannya bahwa temanku akan baik2 saja turun di situ. Dan setelah itu aku berlalu..tancap gas..karena yang ada di kepalaku aku ingin cepat-cepat pulang bertemu anak2…. Anak2?
Ya anak2ku.. yang seharian ini sudah aku tinggalkan.. tapi… anak2ku Insya Allah sudah aman di rumah, mungkin sudah tidur juga dengan mendekap guling yang hangat…sementara temanku yang sedang hamil besar tadi, kutinggalkan di pinggir jalan..sendirian…menunggu suaminya yang entah berapa lama dia mesti menunggu..ya ampyyuuunnn dimana kepekaanku sebagai sesama perempuan yang pernah hamil pula…kenapa aku tidak menemaninya menunggu suaminya? Sehingga dia bisa duduk di dalam Snowy tidak berdiri di pinggir jalan dalam kegelapan malam sendirian.. huuh aku memang sangat tidak peka!
Akhirnya yang bisa kulakukan adalah menyesali ketidakpekaanku dan berdoa semoga suaminya cepat datang menjemputnya… Maaf ya dear, temanmu yang satu ini memang “kadang” kurang (tidak) peka… :p
Februari 4, 2008